MANGGARAI - Kabar duka datang dari Desa Ulu Belang, Kecamatan Satar Mese, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana ratusan siswa sekolah dasar (SD), para pendidik, hingga tenaga kesehatan seperti bidan, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG). Peristiwa ini meninggalkan kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat, mengingat pentingnya asupan makanan yang aman dan sehat bagi generasi penerus.
Gejala yang dialami para korban bervariasi, mulai dari demam yang tak kunjung reda, mual yang mengganggu, hingga diare yang melemahkan. Kepala Desa Ulu Belang, Wilhelmus Jokang, membenarkan adanya laporan ini pada Jumat (13/2/2026), mengungkapkan keprihatinan atas kejadian yang menimpa warganya.
"Gejalanya demam, mual, muntah, dan diare, " ungkap Kepala Desa Ulu Belang, Wilhelmus Jokang, Jumat (13/2/2026).
Insiden yang diduga kuat terkait konsumsi MBG ini terjadi pada Kamis (12/2/2026). Jumlah korban yang tercatat mencakup 131 siswa dan guru dari SDN Ulu Belang, kepala sekolah SMPN 15 Satar Mese beserta istrinya, serta seorang bidan yang bertugas di Pustu Ulu Belang. Ini menunjukkan bahwa dampak keracunan tidak hanya terbatas pada satu kelompok usia atau profesi.
"Itu yang sasaran kemarin siswa SDN Ulu Belang, 131 dari 185. Gurunya juga termasuk. Kepala. SMP 15 bersama istri. Bidan satu orang, bidan pustu Ulu Belang, " jelas Wilhelmus.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dugaan keracunan ini masih dalam proses investigasi lebih lanjut, menunggu hasil pemeriksaan mendalam. Namun, semua indikasi mengarah pada konsumsi MBG yang disajikan oleh Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau yang biasa dikenal sebagai Dapur MBG di Desa Papang.
"Iyo (sebelumnya makan MBG), " ujar Wilhelmus.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Manggarai telah mencatat adanya puluhan kasus serupa yang melibatkan ibu hamil, anak balita, pelajar, dan guru di Kecamatan Satar Mese. Para korban ini telah mendapatkan penanganan medis di dua puskesmas yang berbeda, dengan sebagian menjalani rawat inap dan sebagian lainnya rawat jalan.
"Berdasarkan data sementara, jumlah kasus yang teridentifikasi sebanyak 42 kasus, terdiri dari 39 kasus dari Puskesmas Ponggeok dan 3 kasus dari Puskesmas Iteng, " kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, Kamis (12/2/2026) malam.
"Kasus yang ditemukan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, meliputi ibu hamil, anak balita, anak sekolah, guru, serta orang tua. Seluruh kasus dilaporkan memiliki riwayat konsumsi MBG yang disajikan di sekolah dan posyandu dengan menu yang sama, " lanjut Jefrin.
Menindaklanjuti kejadian ini, Dinkes Kabupaten Manggarai bersama tim terkait bergerak cepat melakukan investigasi epidemiologi. Pemeriksaan sampel makanan dan spesimen dari para pasien tengah dilakukan guna mengidentifikasi sumber pasti penyebab dugaan keracunan ini. Upaya ini krusial untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang dan memastikan keamanan pangan bagi seluruh elemen masyarakat. (PERS)

Updates.